RIWARA.id, PEKALONGAN – Kabar gembira datang bagi ratusan tenaga pendidik dan aparatur di Kota Pekalongan. Menjelang Hari Raya Idul Fitri 2026, Pemerintah Kota Pekalongan menyalurkan Tunjangan Hari Raya (THR) kepada 657 guru dan tenaga kependidikan PAUD serta 2.361 Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) paruh waktu.
Total anggaran yang digelontorkan mencapai lebih dari Rp1,27 miliar, yang bersumber dari zakat melalui Baznas serta APBD Kota Pekalongan Tahun Anggaran 2026.
Ratusan Guru PAUD Terima THR dari Zakat
Sebanyak 657 tenaga pendidik PAUD menerima bantuan THR dengan total nilai Rp98.550.000, di mana masing-masing mendapatkan Rp150.000.
Bunda PAUD Kota Pekalongan, Inggit Soraya, menyampaikan bahwa program ini telah berjalan sejak 2023 sebagai bentuk kepedulian terhadap para guru PAUD.
“Ini adalah bentuk perhatian kami kepada para guru PAUD yang telah berdedikasi luar biasa dalam mendidik generasi penerus bangsa,” ujarnya usai penyerahan simbolis di Aula Dinas Pendidikan Kota Pekalongan, Jumat (13/3/2026).
Ia menegaskan, peran guru PAUD sangat vital karena mereka menjadi garda terdepan dalam membentuk karakter anak sejak usia dini.
Tak hanya itu, Inggit juga berharap ke depan para guru PAUD dapat meningkat kesejahteraannya.
“Kami berharap suatu saat para guru PAUD tidak hanya menjadi pener ima zakat, tetapi juga bisa menjadi muzaki,” tambahnya.
Data Dapodik Jadi Sorotan, Semua Tetap Dibantu
Kepala Dinas Pendidikan Kota Pekalongan, Mabruri, menjelaskan bahwa penyaluran bantuan dilakukan melalui organisasi profesi seperti Himpaudi dan IGTKI.
Awalnya, bantuan diprioritaskan bagi tenaga pendidik yang terdaftar dalam Data Pokok Pendidikan (Dapodik). Namun, ditemukan lebih dari 100 guru belum tercatat.
Meski demikian, pemerintah mengambil langkah inklusif.
“Semua tetap kita bantu, baik yang sudah terdaftar maupun yang belum di Dapodik,” tegasnya.
Kebijakan ini disebut sebagai bentuk keberpihakan pemerintah daerah agar seluruh tenaga pendidik tetap merasakan kebahagiaan menjelang Lebaran.
PPPK Paruh Waktu Dapat THR Lebih Besar
Selain guru PAUD, Pemkot Pekalongan juga mengalokasikan THR untuk 2.361 PPPK paruh waktu dengan total anggaran mencapai Rp1.180.500.000.
Masing-masing pegawai menerima Rp500.000 yang bersumber dari Belanja Tidak Terduga (BTT).
Wali Kota Pekalongan, Achmad Afzan Arslan Djunaid, atau yang akrab disapa Aaf, mengatakan bantuan ini menjadi bentuk perhatian pemerintah kepada pegawai yang telah berkontribusi dalam pelayanan publik.
“Memang tidak besar, tapi sem oga bisa membantu kebutuhan Lebaran, minimal untuk beli lontong opor,” ujarnya.
Ia memastikan proses pencairan dilakukan sebelum libur Lebaran, yakni sekitar 16–17 Maret 2026.
Penerima Bersyukur, Meski Nominal Terbatas
Salah satu guru PAUD penerima bantuan, Fina Ainal Muna, mengaku sangat bersyukur.
“Walaupun nilainya tidak besar, ini sangat membantu dan menjadi bentuk perhatian kepada kami,” ungkapnya.
Hal serupa juga disampaikan oleh PPPK paruh waktu, Lukman Nur Zambiqa, yang menyebut bantuan tersebut sangat berarti bagi kebutuhan keluarga saat Lebaran.
“Ini menjadi penyemangat bagi kami untuk terus bekerja lebih baik dalam melayani masyarakat,” katanya.
Momentum Kepedulian Jelang Lebaran
Program THR ini menjadi bukti sinergi antara pemerintah daerah, Baznas, dan para ASN sebagai muzaki dalam menghadirkan kebahagiaan bagi para tenaga pendidik dan aparatur.
Dengan adanya bantuan ini, diharapkan semangat pengabdian para guru PAUD dan PPPK paruh waktu semakin meningkat, sekaligus memperkuat pelayanan publik di Kota Pekalongan.*
Inung R Sulistyo


THR 2026 cair di Pekalongan! 657 guru PAUD dan 2.361 PPPK paruh waktu terima bantuan hingga Rp500 ribu jelang Lebaran.